BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Pages

Selasa, 25 Maret 2014

Hijab Syar'i




Apa yang ada di dalam benakmu saat melihat seorang wanita mengenakan kerudung panjang menjuntai sampai di bawah batas dadanya, ditambah lagi baju jubah terulur sampai mata kaki?
Teroris? Ekstremis? Sadis? Fundamentalis?

Well, ini mungkin jawaban kebanyakan umat muslim. Jarang yang kritis hingga menganggap itu eksotis, modis, dan agamis.

Kebanyakan kaum muslim, walau agama mereka islam, memang awam dengan penampakan penutup aurat yang syar'i, yang benar menurut pandangan dalil-dalil islam. Karena itu, sedikit sekali yang memperhatikan masalah menutup aurat ini.

Adapun yang sudah mengetahui, rupanya belum sempurna dalam memahami dalil, merancukan antara jilbab dan kerudung, bahkan menyamakan keduanya. Atau mengenakan penutup aurat, namun belum lah sempurna.

Ada juga yang sulit membedakan antara yang mana tren fashion dan yang menutup aurat. Akhirnya, terjebak pula dalam memamerkan penutup aurat, padahal esensi dari menutup aurat justru melindungi keindahan, sampai waktu dan tempat yang tepat.



Karenanya, kerudung bukanlah pengganti keindahan rambut hingga dibentuk menyerupai rambut, bahkan dengan kerudung yang dibentuk segala rupa untuk mendapatkan perhatian yang lebih daripada sekedar rambut.

Karenanya, Pakaian bukan pengganti kemolekan tubuh, yang ketat, lalu menampakkan lekuk badan atau dipakai dengan model-model serta warna-warni yang ditujukan untuk mendapatkan perhhatian dari lelaki ataupun wanita.

Bila hijab justru menjadi perhiasan yang menyebabkan muslimah jadi pusat perhatian dimana pu ia pergi, tentu tujuan hijab, yaitu menutupi perhiasan, tidak terjadi. Karena hijab justru telah menjadi perhiasan baru.





Wahai saudariku, mari ajak teman, saudara, dan orang-orang di sekitar kita untuk menggunakan hijab syar'i. Berhijablah karena Allah semata, jangan berhijab karena ingin mencari perhatian manusia.

 

Sumber: Felix Y. Siauw, Yuk Berhijab!, Mizania.

Rabu, 26 Februari 2014

KEUTAMAAN MEMBACA SURAH AL-KAHFI DI HARI JUMAT

Assalamualaikum. Wr. Wb

Pembahasan mengenai dajal membawa kita untuk memahami tentang keutamaan surah al-Kahfi. Sebab, ada riwayat dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tentang dajal. “Barang siapa yang berada di zaman dajal hendaknya membaca ayat-ayat pertama di surat al-Kahfi.” (HR Muslim).





Hanya sedikit sekali manusia yang selamat dari fitnah dajal. Baik ketika masa datangnya dajal maupun saat ini menjelang masa datangnya dajal.
Karena itu, menjadi sangat penting untuk menjaga diri dari berbagai bentuk tipu daya dan penyesatan yang dilakukan para pejuang kesesatan. Mereka sedang  mempersiapkan kehadiran dan panggung sang dajal akhir zaman.

Di antara keutamaan surah al-Kahfi adalah menjaga diri dari fitnah dajal. Keterangan ini telah disampaikan Rasulullah dalam beberapa hadis sahih.

Imam Muslim memberikan bab khusus tentang surah ini. Beliau menamakan salah satu babnya dengan bab keutamaan surah al-Kahfi dan ayat Kursi. “Barang siapa yang hafal sepuluh ayat pertama surat al-Kahfi, akan dijaga dari dajal.” (HR Muslim).



Ada juga riwayat lain yang menjelaskan, akan terjaga dari fitnah dajal. Imam Muslim meriwayatkan di dalam riwayat lain dengan lafaz, “Di ayat terakhir surah al-Kahfi.” Imam al-Nasa'i meriwayatkan dengan lafaz, “Barang siapa membaca sepuluh ayat surah al-Kahfi.”

Imam al-Nasa'i meriwayatkannya dari Tsauban, dari Rasululllah, “Barang siapa yang membaca sepuluh ayat terakhir surah al-Kahfi maka hal tersebut akan menjaganya dari dajal.” (HR Muslim).

Riwayat-riwayat di atas tidak ada yang kontradiktif atau saling berbenturan. Barang siapa membaca surah al-Kahfi, baik di awal, akhir, atau bagian mana saja maka Allah akan menjaganya dari fitnah dajal.

Dan, di antara keutamaan surah al-Kahfi lainnya adalah Allah akan memberikan cahaya penerangan terhadap kalbunya.
Imam Mardawaih meriwayatkan dari Ibnu Umar, “Barang siapa membaca surah al-Kahfi pada hari Jumat maka akan ada cahaya yang menyinari dari telapak kakinya hingga langit yang akan menyinarinya kelak pada hari kiamat. Dan, dosanya akan diampuni di antara dua Jumat.

Barang siapa yang membaca surah al-Kahfi pada hari Jumat, maka dia akan disinari dengan cahaya antara dia dengan Baitul 'Atiq.” Al-Hasan bin Ali Radhiyallahu Anhuma selalu membacanya di setiap malam Jumat.

Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal, “Rumah yang dibacakan di dalamnya surah al-Kahfi atau al-Baqarah tidak akan dimasuki oleh setan sepanjang malam itu.


Para imam mengatakan, sunah membaca surah al-Kahfi pada hari Jumat dan malamnya. Mereka juga mengatakan, dianjurkan untuk mengulang-ulangnya. Ibnu Qudamah di dalam kitab al-Mughni berkata, “Disunahkan membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat.” Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber: Ustadz Bachtiar Nasir



 

STOP!!! CURHAT DI FACEBOOK

Assalamualaikum. Wr. Wb para fesbukers dimanapun anda berada, disini saya akan membahas sedikit tentang facebook. 
 




Facebook sudah tidak asing lagi bagi kita, bahkan anak-anak SD juga tidak sedikit yang sudah punya facebook. Apa sih facebook?

Facebook adalah suatu website jejaring sosial (social networking) yang berguna untuk mempertemukan, memperkenalkan, mempertemankan orang-orang tanpa dibatasi ruang dan waktu karena menggunakan media internet.

Sebenarnya facebook itu gunanya untuk mempermudahkan kita untuk berkomunikasi, tapi banyak orang yang menyalahgunakan facebook. Tidak sedikit kasus yang terjadi gara-gara facebook. Penculikan, pencabulan, penipuan, dll. Biasanya yang mudah tertipu di facebook itu anak-anak yang masih labil, yang seharusnya mereka belum menengal facebook. Tapi tak sedikit juga orang dewasa yang tertipu di socmed ini.

Sekarang saya bukan membahas tentang kejahatannya, saya akan membahas tentang curhat di facebook.
Sangat banyak orang yang curhat di facebook, padahal facebook itu bukan tempat curhat, facebook itu bukan buku diary. Curhat di facebook itu sama saja mengumbar-umbar aib sendiri. Apa sih tujuan curhat di facebook? biar yang baca respect?

Bukan hanya remaja saja yang curhat di facebook, orang yang sudah bisa dikatakan dewasa pun banyak yang curhat di facebook.
Banyak orang yang memasang status-status alay yang sebenarnya tidak layak di tulis di facebook. 

Biasanya yang sering curhat di facebook itu orang-orang yang sedang dilanda kegalauan atau lagi kasmaran.
kalau lagi galau pasang status "Aku tanpamu butiran debu", kalau lagi kasmaran pasang status "aku rindu kamu sayang",

Kelihatanya memang sepele, tapi itu sebenarnya tidak layak di tulis di facebook, sebaiknya kalau mau curhat itu nulis d buku diary.
Lebih bahayanya lagi kalau orang pasang status sindiran yang di tujukan buat seseorang.

Ya ukhti ya akhi mari mulai sekarang kita jangan curhat di facebook, karena facebook itu adalah social media yang siapapun bisa melihatnya, bahkan hingga luar negeri sekalipun.

Curhatlah kepada Allah, curahkan semua unek-unek di hati kita kepada Allah. Curhat kepada Allah insya Allah bikin hati kita merasa tenang dan insya Allah di beri solusinya. Kalau curhat di facebook bukan solusi yang di dapat, tapi polusi. 
 
 
Sekian dari saya, Sukron ^_^ 



#THINKHARD

Senin, 10 Februari 2014

HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE BAGI UMAT ISLAM






Wah tidak terasa sebentar lagi tanggal 14 Februari, yaitu hari yang di tunggu-tunggu oleh berbagai kalangan untuk  merayakan "Hari Valentine". Apa sih sebenarnya "Hari Valentine"???
Katanya sih hari berkasih sayang, tuker-tukeran kado, bagi-bagiin coklat, dan bla bla bla
Kenapa itu semua di lakukan setahun sekali??
WHY???
 Oke sekarang kita cari tau dulu Sejarah Valentine Day's

SEJARAH VALENTINE DAY'S

Valentine's Day atau dengan kata lain hari kasih sayang adalah salah satu contoh hari besar di luar Islam yang pada hari itu sebagian kaum muslimin ikut memperingatinya, terutama pada kalangan remaja dan pemuda.
Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah yang kita dapat menunjukkan bahwa perayaan itu bagian dari simbol agama Nasrani. Bahkan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal dari hari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day. The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari .
Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno. Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis dari Romawi kuno. Oleh karena itu kiranya perlu dijelaskan kepada kaum muslimin mengenai hukum merayakan hari Valentine atau yang sering disebut sebagai hari kasih sayang.

Tuh kan, Valentine itu bukan hari raya nya orang Muslim. Tapi memang keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikiran. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, dielaskan, "Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut." (HR. At-Tirmidzi).
Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, Selamat hari raya!! dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah subhanahu wata 'ala. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah subhanahu wata 'ala dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran. Padahal dengan itu ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah subhanahu wata ala.
Abu Waqid meriwayatkan, "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata, "Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath." Maka Rasulullah bersabda, "Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, "Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan." Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian." (HR. At-Tirmidzi, Hasan Shahih).
Syaikh Muhammad al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine's Day mengatakan, "Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena alasan berikut:
Pertama; ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari'at Islam.
Kedua; ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) - semoga Allah meridhai mereka -. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah subhanahu wata 'ala melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya."
Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala' dan bara' (loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar aqidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu'min dan membenci dan menyelisihi orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.
Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: Ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka'at shalatnya telah membaca ayat, artinya,

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ, صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ
"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS.Al-Fatihah: 6-7)
Bagaimana mungkin ia memohon kepada Allah subhanahu wata 'ala agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mu'min dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri justru menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.
Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah subhanahu wata 'ala telah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu), sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim." (QS. Al-Maidah: 51)
Di dalam ayat lainnya, artinya ;

لا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الإيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum, yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang, dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang, yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka, dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah redha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung." (QS. Al-Mujaadilah: 22)


 
Ada seorang gadis mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.
Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini adalah acara ritual agama lain. Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.
Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.
Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.
Semoga Allah SWT senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan dalam hadits qudsi, Allah subhanahu wata 'ala berfirman yang artinya,
"Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling berkorban karena Aku dan yang saling mengunjungi karena Aku." (HR. Ahmad) (fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin)

Nah sudah jelaskan sekarang bahwa kita sebagai umat muslim DILARANG untuk merayakan VALENTINE DAY'S
 
KEEP ISTIQOMAH ^ _ ^


Lirik Lagu Maidany - Jangan Jatuh Cinta








MAIDANY - JANGAN JATUH CINTA

Di sini pernah ada rasa simpati
Di sini pernah ada rasa menggagumi
Rasa ingin memiliki
Memasukkanmu ke dalam hati ini

Menjadi penghuni...
Mencoba berlindung di balik fitrahnya hati
Untuk mencari pembenaran diri...
Namun Ternyata semua hanya permainan nafsu

Untuk memburu cinta yang semu
Aku Tertipu...
Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang ku tanam 2 x

Aku ingin rasa cinta ini
Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qabul telah tertunaikan 2 x

Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang ku tanam 5 x